Langsung ke konten utama

Aspek Perkembangan Bahasa

TEORI ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA


A. Definisi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini – Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup semua cara untuk berkomunikasi menggunakan lisan,tulisan,isyarat,mimik muka. Menurut Eliason (1994) perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman,penguasaan dan pertumbuhan bahasa. Anak belajar bahasa sejak masa bayi, sebelum belajar berbicara mereka berkomunikasi malaului tangisan, senyuman dan gerakan badan.
Belajar bahasa sangatlah penting sebelum  usia enam tahun. Oleh karena itu, pendidikan Anak Usia Dini merupakan tempat yang penting dalam mengembangkan bahasa anak-anak. Sehingga hal ini dapat mengembangkan keterampilan berbahasa anak usia dini. Anak-anak memperoleh bahasa dari lingkungan keluarga dan lingkungan tetangga. Dengan kata yang mereka miliki pertumbuhan kata anak akan tumbuh dengan cepat dan kosa kata anak-anak akan lebih cepat setelah anak-anak mulai berbicara.

B. Tahap-tahap Perkembangan Bahasa Anak
1. Periode prelingual (usia 0-1 tahun)
Periode prelingual adalah periode yang di tandai dengan kemampuan bayi mengoceh sebagai cara komunikasi kepada orang tuanya. Bayi bersikap pasif untuk menerima stimulus (rangsangan) eksternal dari orangtuanya. Bayi dapat memberi respons yang berbeda-beda terhadap stimulus ( rangsangan ) tersebut. Bayi dapat memberi respon positif terhadap orang yang ramah dan memberi respon negatif terhadap orang yang tidak ramah. Bayi akan mengoceh sambil tersenyum terhadap orang yang ramah, sedangkan bayi yang menjerit, menangis, atau takut terhadap orang yang tidak ramah.
Usia sampai 1 bulan
Mendekut
Membuat suara seperti huruf hidup
Membuat suara merengek ketika sedang kesal
Membuat suara berdeguk ketika sedang kenyang
Tersenyum sebagai respon terhadap pembicaraan orang dewasa
Usia 1 sampai 4 bulan
Bersuara dan tersenyum
Dapat membuat bunyi huruf hidup
Bersuara
Berceloteh
Usia 4 sampai 8 bulan
Menggunakan vokalisasi yang semakin banyak
Mengunakan kata-kata yang terdiri dari dua suku kata (“buu-buu”)
Dapat membuat dua bunyi vocal kesamaan (“baba”)
Usia 8 sampai 12 bulan
Mengucapkan kata-kata pertama
Menggunakan bunyi, mengidentifikasi objek, orang dan aktivitas
Menurunkan berbagai bunyi kata
Dapat mengucapkan serangkaian suku kata
Memahami arti larangan seperti “jangan”
Berespons terhadap panggilan dan orang-orang yang merupakan anggota  keluarga dekat
Menujukan infleksi kata-kata yang nyata
Menggunkan tiga kosakata
Menggunakan kalimat satu kata

2. Periode Lingual Dini ( usia 1-2,5 Tahun )
Periode Lingual dini (early lingual period) yaitu suatu sistem perkembangan bahasa yang ditandai dengan kemampuan anak untuk membuat kalimat satu,dua atau  lebih kata dalam suatu percakapan dengan orang lain.
3. Periode Diferensiasi ( usia 2,5- 5tahun )
Periode diferensiasi ( differentiation period ) ialah suatu periode yang di tandai dengan kemapuan anak untuk menguasai bahasa sesuai dengan hukum tata bahasa yang baik. Cara berkomunikasi dengan orang lain sudah menggunakan susunan tata bahasa yang sempurna yaitu Subjek , Predikat, dan Objek ( S-P-O ). Pembendaharaan kata berkembang secara kuantitas maupun kualitas.

C. Tugas-tugas Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
1. Pemahaman
kemampuan memahami makna ucapan orang lain. Bayi memahami bahasa orang lain. Bukan memahami kata-kata yang diucapkannya, tetapi dengan memahami kegiatan atau gerakan.
2. Pengembangan Perbendaharaan Kata
Kata- kata  anak  berkembang dimulai secara lambat pada usia 2 tahun pertama, kemudian mengalami tempo yang cepat pada usia pra sekolah dan terus meningkat setelah anak masuk sekolah
3. Penyusunan kata-kata menjadi kalimat
Kemampuan menyusun kata-kata menjadi kalimat pada umumnya berkembang sebelum usia 2 tahun. Bentuk kalimat pertama adalah kalimat tunggal (kalimat satu kata) di sertai dengan “gesture” untuk melengkapi cara berfikir anak.
4. Ucapan
Kemampuan mengucapkan kata-kata merupakan hasil belajar melalui imitasi (peniruan) terhadap suara-suara yang di dengar anak dari orang lain (terutama pada orangtuanya).
Tipe-tipe Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini
Egocentric Speech, yaitu anak berbicara kepada dirinya sendiri (monolog). Bericara monolog berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak yang pada umumnya dilakukan pada usia 2-3 tahun.
Socialized Speech, yang terjadi ketika berlangsung kontak antara anak dengan temannya atau dengan lingkungannya. Berfungsi mengembnagkan kemampuan penyesuaian sosial.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
1. Faktor Kesehatan
Kesehatan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, terutama pada usia awal kehidupan anak.
2. Inteligensi (daya tangkap)
Perkembangan bahasa anak dapat dilihat dari tingkat daya tangkap. anak yang perkembangan bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai daya tangkap normal atau diatas normal. Hurlock mengemukakan hasil studi mengenai anak yang mengalami kelambatan mental yaitu bahwa sepertiga diantara mereka yang dapat berbicara secara normal dan anak yang berada pada tingkat intelektual yang paling rendah, mereka sangat miskin dalam berbahasanya
3. Status sosial ekonomi keluarga
Perkembangan bahasa dengan status sosial ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya,dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik
4. Hubungan keluarga
Hubungan ini dimaknai sebagai proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan orangtua yang mengajar, melatih dan memberikan contoh berbahasa pada anak. Hubugan yang tidak sehat bisa berupah sikap orangtua yang keras atau kasar, kurang kasih sayang, kurang perhatian untuk memberikan pelajaran berbahasa.

E. Hambatan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Keterlambatan berbicara tidak hanya mempengaruhi penyesuaian akademis dan pribadi anak, pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca pada awal anak masuk sekolah.Banyak penyebab keterlambatan bicara pada anak. Salah satu penyebab paling umum dan paling serius adalah ketidakmampuan mendorong/memotivasi anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak diberikan rangsangan (stimulasi) didorong untuk berceloteh, hal ini akan menghambat penggunaan didalam berbahasa/kosa kata yang baik dan benar.
Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak. Anak-anak dari golongan yang lebih atau menengah yang orang tuanya ingin sekali menyuruh mereka (anak) belajar berbicara lebih awal (cepat) dan lebih baik, sangat kurang kemungkinannya mengalami keterlambatan berbicara pada anak. Sedangkan anak yang berasal dari golongan yang lebih rendah yang orang tuanya tidak mampu memberikan dorongan tersebut bagi mereka, apakah kekurangan waktu/karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya suatu perkembangan bicara pada anak didik tersebut.

Gangguan/bahaya didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :
Kelemahan didalam berbicara (berbahasa) kosa kata,
Lamban mengembangkan suatu bahasa/didalam berbicara,
Sering kali berbicara yang tidak teratur,
Tidak konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua/guru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perencanaan merupakan modal utama sekolah atau organisasi dalam menata pemanfaatan sumber daya yang di milikinya secara efektif, efisien, berkualitas, dan releven sehingga dapat mencapai tujuan dengan memuaskan bagi seluruh yang terlibat. Merencanakan adalah menentukan kegiatan yang hendak dilakukan pada kurun waktu yang ditentukan. Kegiatan dimaksudkan untuk menata waktu, mengatur atau memperhitungkan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memuaskan. Rencana Pengembangan Sekolah merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting, yang harus dimiliki sekolah untuk dijadikan sebagai panduan dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah. Setiap kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua, bahkan masyarakat tentu berharap sekolahnya berkembang. Untuk itu perlu disusun rencana pengembangannya. Rencana pengembangan sangat penting, karena akan dijadikan landasan kerja seluruh staf, sehingga...

Pembelajaran dengan teori High Scope

MAKALAH PENDEKATAN PEMBELAJARAN HIGH SCOPE Disusun oleh : Evania Istiqomah 14111241042 Isti Yuli A. 14111241045 Sholihah Nur Aeiny 14111241050 Megan Faiferin 14111241053 Hana Ika Safitri 14111244003 Hikmatul Husna 141112414015 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa emas (golden age) perkembangan,ialah masa usia dini (masa lahir sampai delapan tahun) sebagai saat kritis dalam rentang perkembangan telah dipahami oleh banyak orangtua dan masyarakat. Dampaknya adalah pendidikan anak usia dini (PAUD) mengalami perkembangan pesat. Hal ini ditandai dengan terus bertambahnya jumlah lembaga PAUD dijalur formal dan non formal. Persepsi tentang pentingnya golden age,yaitu 80% kapasitas perkembangan dicapai pada usia dini (lahir sampai delapan tahun), sedangkan selebihnya (20%) diperoleh setelah usia delapan tahun belum tepat dan benar. Akibatnya ,ba...

Pembelajaran Regio Emilia

MODEL PEMBELAJARAN REGGIO EMILIA APPROACH Sejarah Reggio Emilia Approach diciptakan oleh Loris Malaguzzi dan para orang tua di daerah sekitar Reggio Emilia di Italia setelah Perang Dunia II. Pendekatan Reggio  Emilia dikembangkan untuk pengasuhan dan program pendidikan melayani anak yang dirancang untuk usia sejak lahir sampai enam tahun. Pengertian Reggio Emillia Approach (REA) adalah model pembelajaran yang menjadikan metode proyek sebagai metode utama dalam pembelajaran (Abramsori dkk,1995). Selain metode proyek, pada pendekatan Reggio Emillia belajar juga dipandang sebagai sebuah perjalanan dan pendidikan sebagai usaha membangun hubungan dengan orang-orang serta menciptakan hubungan antara ide-ide dan lingkungan. Metode proyek adalah suatu proses pendidikan yang menarik yaitu murid memecahkan masalah penting berupa pekerjaan besar secara bersama-sama dalam satu tim dan dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Region Emillia merupakan sebuah pendekatan yang berlandaskan pada...